Langsung ke konten utama

Petikan Sebuah Kisah



Di dunia ini banyak yang berpasangan, ada siang ada malam, lelaki-perempuan, suami-istri, suka-duka, manis-pahit, awal-akhir, pertemuan-perpisahan, serta masih banyak pasangan-pasangan lainnya yang tak sedikit bila disebutkan.
Pertama berjumpa begitu banyak lintasan dalam hati, orang bilang "kesan pertama begitu menggoda". Memang terkadang hal yang pertama kali kita lihat "tampilan" akan mempengaruhi jalan pikiran kita untuk menilai seseorang yang padahal "tampilan" tak sepenuhnya merupakan kepribadian asli namun hanya sebagian cerminan dari kepribadian. Tak sedikit lintasan-lintasan dalam hati kita saat pertama berjumpa, bahkan mungkin sahabat blogger pernah mengalami yang namanya jatuh cinta pandangan pertama ;) upss jadi bahas VMJ*) deh sorry *)Virus Merah Jambu. Dari pertemuanlah salah satu tahap menuju pengenalan bukan hanya lintasan kesan di awal atau prasangka tapi kita akan tahu kepribadian yang dimilikinya. Kontinutas perjumpaan akan berpengaruh kepada frekuensi komunikasi, karena saat kita berjumpa dengan seseorang munculah kemungkinan-kemungkinan untuk berkomunikasi dengannya, entah itu sebuah hal penting atau hanya sekedar candaan semata. Meski hanya bermain kata dan kontak mata inilah satu sisi yg akan membuat kita mengenali kepribadian seseorang, karena apa yang ia ucap adalah apa yang ia fikirkan, dan jalan fikirannya merupakan salah satu ciri kepribadiannya. Frekuensi komunikasi yang sering terkadang akan menumbuhkan kedekatan & keakraban, bahkan mungkin akan timbul sebuah rasa kenyamanan saat dekat & kerinduan saat jauh. Ketika rasa keakraban mulai muncul diantara keduanya, maka perhatian dan kepedulian pun beriringan hadir. Saat masih dalam tahap perjumpaan pertama mungkin masih sering malu untuk memulai komunikasi diantara kedua individu, tapi ketika sudah dalam tahap menuju keakraban maka sikap-sikap yang menunjukkan rasa peduli dan perhatian itupun mulai dirasakan. Keakraban yang terjalin akan mengukir sebuah kisah-kisah yang menghadirkan kesan indah atau sebaliknya, sungguh manis saat dikenang bila pengalaman itu menyejukkan namun yang sebaliknya pun bisa terjadi.


Inilah petikan dari sebuah kisah yang menggerakkan jemariku untuk dapat mengabadikannya, hikmah sebuah peristiwa yang membuatku tertarik untuk mengamati secara singkat & sekilas mengenai hubungan sosial. Gerakan juga jemarimu bila ada yang salah dalam rangkaian kataku, dengan memberi masukan pada kolom komentar, mohon maaf bila pengamatanku ini salah, dan mungkin psikolog lah yang lebih memahami mengenai bahasan di atas. 

Semoga berkah+bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Alunan Syahdu dan Rindu

Aku tak bisa memungkiri bahwa masih ada getaran di hati ini Tiap kali kudengar dan kutatap Selaksa membuka sejarah yang sedang berusaha ditutup rapat Getaran yang tak bisa ku khianati Tiap kali seruan-Nya melintasi penjuru bumi dengan syariat seorang hamba Ya Rabb, getaran mana ini Getaran atas panggilan-Mu atau kepada yang menyampaikan panggilan-Mu Melupakanmu adalah hal terberat bagiku Mungkin bukan untuk melupakan yang harus ku perjuangkan Lebih tepatnya mengikhlaskan Bagaimana mungkin hati ini mampu berpaling Sementara nama dan kenangan tentangmu masih abadi dalam ingatan Sempat terlintas dalam benak Siapakah yang kau tuju dalam tiap alunan syahdu syairmu Mungkinkah aku? Sedikit hati ini berharap Namun lebih banyak menolak Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaikmu menurut-Nya Agar hati ini segera berhenti menanti yang tak pasti Atau jika ternyata kaulah yang akan dipertemukan denganku dalam naungan cinta-Nya Maka izinkan hati ini untuk senantiasa...

Hati Pahami Arti

Hati Pahami Arti Ingatlah hati bahwa kamu pernah tersakiti Hingga air harus mentetes dari kedua matamu Dia yang kau ratapi bermanja mesra dengan sosok lain dalam hidupnya Dia yang kau cintai dan dia yang mengatakan menyukaimu hati nyatanya membawa bola api Hingga tinggal pedih dan perih Yang mencintaimu takkan melukaimu Yang menyayangimu akan menjagamu Yang tulus padamu akan setia pada satu, kamu hati Takkan biarkan berlabuh pada jiwa yang baru Jika dia taksa tiada lain tlah dusta Ketika perasaannya sungguh-sungguh Menjagamu, mendo'akanmu, menantimu, bukan bersama yang baru Bandung, 16 Juli 2017 22.48 WIB ~P.L.

Catatan Perjalanan

Mengabdi. Sisi kanan, kiri, depan, belakang. Terkadang kita terlalu nyaman pada satu posisi hingga enggan berpindah pada sisi yang lainnya. Kemudahan mendapatkan apa yang dibutuhkan, terpenuhinya segala hasrat, secara singkat dan cepat. Instan. Tak heran jika terjadi pergolakan hati dan rasa untuk segera mengakhiri terhadap apa yang dijalani. Ingin kembali pada satu hal, kenyamanan. Kita berbeda. Tiap diri punya visi dan misinya. Apa yang kita rasa belum tentu dirasakannya. Pun apa yang ia rasa belum tentu kita memahaminya. Mengabdi bukan hanya perihal memberi, tapi persoalan hati. Sebagai mahasiswa yang berniat untuk mengubah kondisi masyarakat sekitarnya sudah punya bekal apa. Kita yang berusaha untuk mengajar ataukah sebenarnya kita subjek yang perlu belajar? Lantas apa yang perlu dibanggakan, jika persoalan adab saja mesti banyak belajar. Ya, masyarakat, adalah guru terbaik dalam kehidupan. Sarinagen, 1 Juli 2018. Pukul 22.21 WIB.