Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Nostalgia Semester 4 (Bahasa Bantu) -- Pungki Luthfiyani, Ririn Sarkina,...

Dalam Alunan Syahdu dan Rindu

Aku tak bisa memungkiri bahwa masih ada getaran di hati ini Tiap kali kudengar dan kutatap Selaksa membuka sejarah yang sedang berusaha ditutup rapat Getaran yang tak bisa ku khianati Tiap kali seruan-Nya melintasi penjuru bumi dengan syariat seorang hamba Ya Rabb, getaran mana ini Getaran atas panggilan-Mu atau kepada yang menyampaikan panggilan-Mu Melupakanmu adalah hal terberat bagiku Mungkin bukan untuk melupakan yang harus ku perjuangkan Lebih tepatnya mengikhlaskan Bagaimana mungkin hati ini mampu berpaling Sementara nama dan kenangan tentangmu masih abadi dalam ingatan Sempat terlintas dalam benak Siapakah yang kau tuju dalam tiap alunan syahdu syairmu Mungkinkah aku? Sedikit hati ini berharap Namun lebih banyak menolak Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaikmu menurut-Nya Agar hati ini segera berhenti menanti yang tak pasti Atau jika ternyata kaulah yang akan dipertemukan denganku dalam naungan cinta-Nya Maka izinkan hati ini untuk senantiasa...

Bersyukurlah dan Do'akan!

Bersyukurlah untukmu yang diberikan kenikmatan dijauhkan dari rasa malas. Tidak mudah lelah dan mampu menahan rasa kantuknya. Kawan, hal demikian tidaklah mudah bagi mereka yang belum dapat melakukan hal yang kau lakukan. Untuk melakukan hal itu dibutuhkan kemampuan dan perjuangan yang besar. Bersyukurlah kepada engkau yang mudah membuka matanya lebi awal. Mampu mengendalikan diri dan nafsunya. Ada seseorang yang merindukan hal yang mampu kau lakukan. Sungguh tak ada sedikitpun keinginan untuk berbuat hal demikian. Apalagi membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan enggan untuk terus demikian, sudah sangat bosan dan bisa dibilang kesal. Terakhir, do'akan. Karena hal itu adalah yang sangat dibutuhkan. Do'a yang mampu mengubah segala hal. Lemah menjadi kuat, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, tak mampu menjadi mampu. Sekali lagi, bersyukurlah dan do'akan. Mohonkan pada Allah dalam tiap sujud malammu agar diberi kemudahan dan kenikmatan sepertimu. Meraskan keme...

Catatan Perjalanan

Mengabdi. Sisi kanan, kiri, depan, belakang. Terkadang kita terlalu nyaman pada satu posisi hingga enggan berpindah pada sisi yang lainnya. Kemudahan mendapatkan apa yang dibutuhkan, terpenuhinya segala hasrat, secara singkat dan cepat. Instan. Tak heran jika terjadi pergolakan hati dan rasa untuk segera mengakhiri terhadap apa yang dijalani. Ingin kembali pada satu hal, kenyamanan. Kita berbeda. Tiap diri punya visi dan misinya. Apa yang kita rasa belum tentu dirasakannya. Pun apa yang ia rasa belum tentu kita memahaminya. Mengabdi bukan hanya perihal memberi, tapi persoalan hati. Sebagai mahasiswa yang berniat untuk mengubah kondisi masyarakat sekitarnya sudah punya bekal apa. Kita yang berusaha untuk mengajar ataukah sebenarnya kita subjek yang perlu belajar? Lantas apa yang perlu dibanggakan, jika persoalan adab saja mesti banyak belajar. Ya, masyarakat, adalah guru terbaik dalam kehidupan. Sarinagen, 1 Juli 2018. Pukul 22.21 WIB.