Langsung ke konten utama

Dalam Alunan Syahdu dan Rindu

Aku tak bisa memungkiri bahwa masih ada getaran di hati ini
Tiap kali kudengar dan kutatap
Selaksa membuka sejarah yang sedang berusaha ditutup rapat
Getaran yang tak bisa ku khianati
Tiap kali seruan-Nya melintasi penjuru bumi dengan syariat seorang hamba
Ya Rabb, getaran mana ini
Getaran atas panggilan-Mu atau kepada yang menyampaikan panggilan-Mu
Melupakanmu adalah hal terberat bagiku
Mungkin bukan untuk melupakan yang harus ku perjuangkan
Lebih tepatnya mengikhlaskan
Bagaimana mungkin hati ini mampu berpaling
Sementara nama dan kenangan tentangmu masih abadi dalam ingatan
Sempat terlintas dalam benak
Siapakah yang kau tuju dalam tiap alunan syahdu syairmu
Mungkinkah aku? Sedikit hati ini berharap
Namun lebih banyak menolak
Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaikmu menurut-Nya
Agar hati ini segera berhenti menanti yang tak pasti
Atau jika ternyata kaulah yang akan dipertemukan denganku dalam naungan cinta-Nya
Maka izinkan hati ini untuk senantiasa menjaga
Sampai tiba saat halalnya


Salam istimewa,
Pena Masa

Pungki Luthfiyani,
22.11.2018.
Pukul 01.02. WIB
Sebuah ghurfah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Pahami Arti

Hati Pahami Arti Ingatlah hati bahwa kamu pernah tersakiti Hingga air harus mentetes dari kedua matamu Dia yang kau ratapi bermanja mesra dengan sosok lain dalam hidupnya Dia yang kau cintai dan dia yang mengatakan menyukaimu hati nyatanya membawa bola api Hingga tinggal pedih dan perih Yang mencintaimu takkan melukaimu Yang menyayangimu akan menjagamu Yang tulus padamu akan setia pada satu, kamu hati Takkan biarkan berlabuh pada jiwa yang baru Jika dia taksa tiada lain tlah dusta Ketika perasaannya sungguh-sungguh Menjagamu, mendo'akanmu, menantimu, bukan bersama yang baru Bandung, 16 Juli 2017 22.48 WIB ~P.L.

Catatan Perjalanan

Mengabdi. Sisi kanan, kiri, depan, belakang. Terkadang kita terlalu nyaman pada satu posisi hingga enggan berpindah pada sisi yang lainnya. Kemudahan mendapatkan apa yang dibutuhkan, terpenuhinya segala hasrat, secara singkat dan cepat. Instan. Tak heran jika terjadi pergolakan hati dan rasa untuk segera mengakhiri terhadap apa yang dijalani. Ingin kembali pada satu hal, kenyamanan. Kita berbeda. Tiap diri punya visi dan misinya. Apa yang kita rasa belum tentu dirasakannya. Pun apa yang ia rasa belum tentu kita memahaminya. Mengabdi bukan hanya perihal memberi, tapi persoalan hati. Sebagai mahasiswa yang berniat untuk mengubah kondisi masyarakat sekitarnya sudah punya bekal apa. Kita yang berusaha untuk mengajar ataukah sebenarnya kita subjek yang perlu belajar? Lantas apa yang perlu dibanggakan, jika persoalan adab saja mesti banyak belajar. Ya, masyarakat, adalah guru terbaik dalam kehidupan. Sarinagen, 1 Juli 2018. Pukul 22.21 WIB.