Langsung ke konten utama

Bersyukurlah dan Do'akan!

Bersyukurlah untukmu yang diberikan kenikmatan dijauhkan dari rasa malas. Tidak mudah lelah dan mampu menahan rasa kantuknya.
Kawan, hal demikian tidaklah mudah bagi mereka yang belum dapat melakukan hal yang kau lakukan.
Untuk melakukan hal itu dibutuhkan kemampuan dan perjuangan yang besar. Bersyukurlah kepada engkau yang mudah membuka matanya lebi awal. Mampu mengendalikan diri dan nafsunya.

Ada seseorang yang merindukan hal yang mampu kau lakukan. Sungguh tak ada sedikitpun keinginan untuk berbuat hal demikian. Apalagi membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan enggan untuk terus demikian, sudah sangat bosan dan bisa dibilang kesal.

Terakhir, do'akan. Karena hal itu adalah yang sangat dibutuhkan. Do'a yang mampu mengubah segala hal. Lemah menjadi kuat, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, tak mampu menjadi mampu.

Sekali lagi, bersyukurlah dan do'akan.
Mohonkan pada Allah dalam tiap sujud malammu agar diberi kemudahan dan kenikmatan sepertimu. Meraskan kemesraan bersama Allah dan kenikmatan dalam menuntut ilmu karena mampu menaklukan lelah dan kantuk yang datang.

Sekali lagi, do'akan kawan, karena tak semua dari mereka bahkan diriku mampu melakukan apa yang kau lakukan.

Bersyukurlah untukmu yang diberikan kemampuan. 
Bersyukurlah untukmu yang mampu melakukan. 

Inilah masa-masa indah perjuangan.
Meski kadang melelahkan bahkan menyakitkan.
Tapi mungkin ini adalah hal yang akan dirindukan pada masa depan.
Dan langkah awal mencapai kesuksesan.
 
 
 
 

 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Alunan Syahdu dan Rindu

Aku tak bisa memungkiri bahwa masih ada getaran di hati ini Tiap kali kudengar dan kutatap Selaksa membuka sejarah yang sedang berusaha ditutup rapat Getaran yang tak bisa ku khianati Tiap kali seruan-Nya melintasi penjuru bumi dengan syariat seorang hamba Ya Rabb, getaran mana ini Getaran atas panggilan-Mu atau kepada yang menyampaikan panggilan-Mu Melupakanmu adalah hal terberat bagiku Mungkin bukan untuk melupakan yang harus ku perjuangkan Lebih tepatnya mengikhlaskan Bagaimana mungkin hati ini mampu berpaling Sementara nama dan kenangan tentangmu masih abadi dalam ingatan Sempat terlintas dalam benak Siapakah yang kau tuju dalam tiap alunan syahdu syairmu Mungkinkah aku? Sedikit hati ini berharap Namun lebih banyak menolak Semoga Allah segera mempertemukanmu dengan jodoh terbaikmu menurut-Nya Agar hati ini segera berhenti menanti yang tak pasti Atau jika ternyata kaulah yang akan dipertemukan denganku dalam naungan cinta-Nya Maka izinkan hati ini untuk senantiasa...

Hati Pahami Arti

Hati Pahami Arti Ingatlah hati bahwa kamu pernah tersakiti Hingga air harus mentetes dari kedua matamu Dia yang kau ratapi bermanja mesra dengan sosok lain dalam hidupnya Dia yang kau cintai dan dia yang mengatakan menyukaimu hati nyatanya membawa bola api Hingga tinggal pedih dan perih Yang mencintaimu takkan melukaimu Yang menyayangimu akan menjagamu Yang tulus padamu akan setia pada satu, kamu hati Takkan biarkan berlabuh pada jiwa yang baru Jika dia taksa tiada lain tlah dusta Ketika perasaannya sungguh-sungguh Menjagamu, mendo'akanmu, menantimu, bukan bersama yang baru Bandung, 16 Juli 2017 22.48 WIB ~P.L.

Catatan Perjalanan

Mengabdi. Sisi kanan, kiri, depan, belakang. Terkadang kita terlalu nyaman pada satu posisi hingga enggan berpindah pada sisi yang lainnya. Kemudahan mendapatkan apa yang dibutuhkan, terpenuhinya segala hasrat, secara singkat dan cepat. Instan. Tak heran jika terjadi pergolakan hati dan rasa untuk segera mengakhiri terhadap apa yang dijalani. Ingin kembali pada satu hal, kenyamanan. Kita berbeda. Tiap diri punya visi dan misinya. Apa yang kita rasa belum tentu dirasakannya. Pun apa yang ia rasa belum tentu kita memahaminya. Mengabdi bukan hanya perihal memberi, tapi persoalan hati. Sebagai mahasiswa yang berniat untuk mengubah kondisi masyarakat sekitarnya sudah punya bekal apa. Kita yang berusaha untuk mengajar ataukah sebenarnya kita subjek yang perlu belajar? Lantas apa yang perlu dibanggakan, jika persoalan adab saja mesti banyak belajar. Ya, masyarakat, adalah guru terbaik dalam kehidupan. Sarinagen, 1 Juli 2018. Pukul 22.21 WIB.